Haruskah Bersedih Saat Putus Cinta?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Putus cinta memang menyakitkan bukan ? apalagi kamu putus gara-gara si dia selingkuh atau mengkhianatimu. Memang sulit saat kamu ada pada kondisi seperti itu, kadang semangat bisa hilang, tidak ingin keluar kamar, merasa orang yang paling disakiti di dunia, marah dan semua perasaan kamu campur aduk. Tapi pertanyaannya, apakah kamu harus bersedih saat putus cinta? Berikut ini alasan yang perlu kamu ketahui.

Kenapa harus bersedih saat putus cinta?

Sebenarnya tidak ada yang melarang kamu untuk bersedih saat putus cinta, tetapi yang tidak boleh itu sedih yang berlarut-larut. Semua pasangan yang putus cinta pasti bersedih tetapi yang membedakan jangka waktu kesedihan tersebut ada yang lama tapi ada juga yang sesaat. Mereka yang bersedih memiliki alasan berbeda, ada yang bersedih karena benci dan marah tapi ada juga yang bersedih karena kamu terlalu sayang pada dia.

Sebenarnya buat apa kamu bersedih, padahal jika kamu mengerti maka kamu akan memiliki pemikiran belum tentu orang yang kamu tangisi juga memikirkan kamu bukan? apa itu bukan sebuah kerugian bagi hidup kamu. Lebih baik kamu bangkit dan bersyukur!  Karena jika kamu memaksakan untuk terus bersama dia pasti selama itu kamu akan terus disakiti olehnya.Bersyukurlah, karena Tuhan sayang terhadap kamu dan menunjukkan kepada kamu kalau dia bukan yang terbaik.

Baca juga ::   Mengetahui Apakah Dia Suami Idaman? Kenali dengan 20 Tanda Ini!

Coba kamu bayangkan bagaimana jika Tuhan menunjukkannya setelah kamu menikah dengan dia, apakah kamu tidak merasa lebih sakit seperti sekarang dan bukan cuma kamu saja yang sakit tetapi keluarga kamu pun akan sakit. So, beruntunglah kamu, Tuhan menunjukkannya saat kamu masih berpacaran.

Daripada berlarut-larut terhadap kesedihan, lebih baik kamu menunjukkan kepada dia kalau kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia, mulailah dengan merubah pola berpikir dan penampilan kamu.

Mulailah dengan merubah penampilan kamu, percantik diri kamu, percantik sikap dan hati kamu agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tunjukkan juga kamu bisa move on dari dia dan bisa berpikir kalau dia memang bukan yang terbaik buat kamu.

Percayalah! jika selama berpacaran kamu selalu memberikan yang terbaik buat dia, maka pada suatu hari nanti dia akan menyesal telah mengkhianati kamu dan membuat kamu sedih, karena dia bakal sadar kalau kamu memang yang terbaik. Kamu tidak perlu membalas semua kesakitan ini, biarlah Tuhan yang bekerja karena Tuhan tidak pernah tidur.

Share.

Leave A Reply